Instalar Open GTS P age 1 Intalasi OpenGTS pada Windows 7 Oleh. Cahyo Prasetyo A. Java Compiler 1. Dowload jdk-7u2-windows-x64.exe atau yang seusai dengan OS yang anda gunakan melalui link oracle technetwork java javase downloads jdk7u2-download-1377129.html 2. Double klik arquivo executável yang telah terdownload tersebut Maka akan muncul kotak diálogo Configuração personalizada seperti dibawah ini 3. Lokasi intalasi default pada C: Programa FilesJavajdk1.7.002, kemudian klik em seguida 4. Jika instaler JDK meminta konfimasi anda apakah akan menginstal JRE dan JAVA FX, maka instal saja semuanya. 5. Langkah berikutnya adalah memastikan menstring Ambiente JAVAHOME dengan cara: o Klik Menu Iniciar, kemudian klik kanan Computador, pilih Propriedades lalu pilih Configurações do sistema aderidas. O Pada System Properties pilih Advanced kemudian klik Variáveis de ambiente o Pada Ambiente Variáveis pastikan Variáveis JAVAHOME pada tabel Sistema Variáveis memiliki Valor C: Arquivos de ProgramasJavajdk1.7.002 atau bila belum, anda dapat menambahkan sendiri Instalasa OpenGTS pada Windows 7 P age 2 6. Kemudian tambahkan juga Valor C: Arquivos de ProgramasJavajdk1.7.002bin pada Variável PATH dengan memberikan tanda titik koma () sebagai pemisah dengan Valor lainnya B. JavaMail Suporte 1. Baixe javamail144.zip dari oracle technetwork java javamail index-138643.html 2. Exclua o arquivo tersebut, kemudian Copie o arquivo mail. jar yang terdapat pada folder javamail144 ke C: Program FilesJavajdk1.7.002jrelibext C. Apache Ant Build Tool 1. Baixe apache-ant-1.8.2-bin. zip dari ant. apache. org bindloadload. cgi 2. Ekstrak Arquivo tersebut pada sebuah diretório yang akan anda gunakan sebagai tempat proyek yang akan anda bangun, contoh pada diretório C: html Instalasa OpenGTS pada Windows 7 P age 3 3. Seting Enviroment ANTH OME menjadi C: htmlapache-ant-1.8.2 Langkah menseting sama seperti pada bagian A langkah kelima. 4. Tambahkan pula Valor C: htmlapache-ant-1.8.2bin pada Variável PATH D. Apache Tomcat 1. Baixe apache-tomcat-7.0.23-windows-x64.zip atau yang seusai dengan OS yang e um gunakan di tomcat. apache. Org download-70.cgi 2. Ekstrak file tersebut pada sebuah diretório yang akan anda gunakan, sebaiknya pada diretório yang sama apada bagian C yaitu pada diretório C: html 3. Seting Enviroment CATALINAHOME menjadi C: htmlapache-tomcat-7.0.23 Langkah menseting Sama seperti pada bagian A langkah kelima 4. Tambahkan Valor C: htmlapache-tomcat-7.0.23bin pada Variável PATH 5. Reiniciar Windows 6. Buka Command Prompt dan ketik comando catalina. bat executar untuk mengaktifkan tomcat 7. Buka navegador kemudian ketikkan url localhost : 8080 8. Tomcat telah aktif dan siap digunakan Instalasi OpenGTS pada Windows 7 P age 4 E. MYSQL 1. Dowload mysql-5.5.19-winx64.msi atau yang seusai dengan OS yang anda gunakan di dev. mysql downloads mysql 2. Duplo Arquivo klik yang telah terdownload tersebut untuk mulai langkah-langkah Instalasi mysql sebagai berikut: Klik Próximo Pada halaman Acordo de usuário final centang Aceito os termos na Licença Acordar Kemudian klik Próxima Klik tipe instalasi Instalação personalizada OpenGTS pada Windows 7 P age 5 Klik Navegue por um kit de instalação instantanea Próxima Klik Instal Klik Next Klik Próximo Instalasi OpenGTS pada Windows 7 P age 6 Beri tanda centang pada Inicie o Assistente de Configuração de Instância do MySQL, kemudian klik Finalize Klik Próxima Configuração Detalhada Pilih kemudian klik Próxima Máquina de Desenvolvedor Pilih kemudain klik Próxima Instalasa OpenGTS pada Windows 7 P age 7 Base de dados Multifuncional Pilih kemudian klik Próxima Klik Next Pilih Decision Support (DSS) OLAP kemudian klik Próxima Centang Habilitar TCP IP Networking dan Habilitar Strict Mode dan pilih Número da porta yang akan digunaan kemudian klik Próximo Instalasa OpenGTS pada Windows 7 P 8 Pilih Melhor suporte para o multilinguismo kemudian klik Próxima instalação Centang Como serviço do Windows, inclua o diretório Bin no Windows PATH e L Execute o Servidor MySQL automaticamente serta isikan Nome do Serviço kemudian klik Próximo Centang Modifique as Configurações de Segurança e ative o acesso de root de máquinas remotas Serta isikan Nova senha de root e Confirme kemudian klik Próxima Klik Execute Instalasi OpenGTS pada Windows 7 P age 9 Klik Finish 3. Tambahkan Value C : Programa Variável PATH FilesMySQLMySQL Server 5.5bin pada Catatan: anda dapat menginstal software visual (GUI) seperti SQL-Frontal untuk untuk mempermudah dalam mengoprasikan MySQL F. JDBC Driver 1. Dowload mysql-connector-java-5.1.182.zip di dev. Mysql downloads connector j 2. Exclua o arquivo tersebut, o arquivo de cópia kemudian mysql-connector-java-5.1.18-bin. jar yang terdapat pasta pada mysql-connector-java-5.1.18 ke diretório C: Program FilesJavajdk1.7.002jrelibext G. Open GTS 1. Dowload OpenGTS2.3.9.zip di opengts 2. Ekstrak file tersebut pada sebuah diretório yang akan anda gunakan, sebaiknya pada diretório yang sama apada bagian C yaitu pada diretório C: html 3. Seting Enviroment GTSHOME Menjadi C: htmlOpenGTS2.3.9 Langkah mensualmente sama seperti pada bagian A langkah kelima. 4. Buka Command Prompt lalu ketik comando cd GTSHOME untuk masuk ke diretório C: htmlOpenGTS2.3.9 Instalasa OpenGTS pada Windows 7 P idade 10 5. Comando Ketik e todo o arquivo untuk mengcompile seluruh. jar dan. war 6. Setelah proses compile sukses, maka Comando ketik bininitdb. batrootUser: - rootPass: banco de dados untuk menginisialisasi 7. Copie o arquivo track. war pada diretório C: htmlOpenGTS2.3.9build ke diretório C: htmlapache-tomcat-7.0.23webapps 8. Lalu dalam Prompt do comando ketik coomand ant track. deploy Diretório pada C: htmlOpenGTS2.3.9 Instalasa OpenGTS pada Windows 7 P idade 11 9. Comando Ketik binadmin. bat Conta-conta: sysadmin - pass: create dalam Prompt do comando untuk membuat sysadmin Conta 10. Aktifkan Tomcat dengan comando catalina. bat executado 11. Buka browser kemudian ketik url localhost: 8080 faixa Track (anda dapat login menggunakan Conta dan senha sesuai dengan langkah ke-9) 12. Aktifkan servidor yang akan menerima dados dari tracker dengan mengetik comando binrunserver. bat servidor Porto: Instalasa OpenGTS pada Windows 7 P idade 12 13. Untuk mensimulasikan transferência de dados antara cliente e servidor e software dapat menggunakan Docklight Scripting V1.9 dan software Java Tail Catatan: Untuk instalasi pada Windows XP dan Vista langkah yang dikerjakan seluruhnya hampir sama seperti langkah - langkah diatas, tinggal menyesuaikan dengan software yang kompatibel Instalasi OpenGTS pada Windows 7GTS danang I. PENDAHULUAN Gigi-geligi merupakan salah satu bagian dari tubuh yang membantu proses pencernaan, yaitu melakukan pencernaan makanan secara mekanis. Kerusakan pada gigi geligi dapat mengakibatkan fungsi dari gigi geligi terganggu. Kerusakan gigi geligi bisa bervariasi dari yang paling sederhana sampai kerusakan yang luas, yaitu meliputi seluruh elemen gigi sampai kehilangan sebagian rahang. Kehilangan elemen gigi baik sebagian atau seluruhnya sebaiknya segera dibuatkan gigi tiruan pengganti, sebab akan menimbulkan berbagai gangguan pada individuo tersebut. Akibat-akibat yang timbul karena hilangnya gigi dalam waktu yang lama dan tidak dibuatkan gigi tiruan pengganti adalah. 1. Migrasi dan rotasi gigi Hilangnya kesinambungan pada lengkung gigi dapat menyebabkan pergeseran yaitu miring atau berputarnya gigi. Karena gigi ini tidak lagi menempati posisi yang normal untuk menerima beban yang terjadi pada saat pengunyahan, maka akan mengakibatkan kerusakan struktur periodontal. Gigi yang miring lebih sulit dibersihkan, sehingga aktifitas karies dapat meningkat. 2. Erupsi berlebih Bila gigi sudah tidak memiliki antagonis lagi, maka akan terjadi erupsi berlebih (sobre erupção). Erupsi berlebih dapat terjadi tanpa atau disertai pertumbuhan tulang alveolar. Bila hal ini terjadi tanpa pertumbuhan tulang alveolar, maka struktur periodontal akan mengalami kemunduran sehingga gigi mulai ekstrusi. Bila erupsi berlebih disertai pertumbuhan tlang alveolar, maka akan menimbulkan kesulitan jika pada suatu hari penderita perlu dibutikan gigi tiruan lengkap. 3. Penurunan efisiensi kunyah Orang yang sudah kehilangan cukup banyak gigi, terutama gigi belakang, akan merasakan efisiensi kunyahnya menurun. Pada kelompok orang dengan dieta makanan yang lunak, hal ini mungkin tidak terlalu berpengaruh. Karena pada saat ini banyak jenis makanan yang dapat dicerna hanya dengan sedikit proses pengunyahan saja. 4. Gangguan pada sendi temporo mandibula Kehilangan gigi terutama gigi posterior dapat menyebabkan kebiasaan mengunyah yang buruk. Hal ini dapat menyebabkan berubahnya sendi temporo mandibular. 5. Beban berlebih pada jaringan pendukung 1 Bila penderita sudah kehilangan gigi aslinya, maka gigi yang masih ada akan menerima tekanan mastikasi lebih besar, sehingga terjadi pembebanan berlebih (sobre o carregamento). Hal ini akan mengakibatkan membrana de kerusakan periodontal dan lamakelamaan gigi tadi menjadi goyah dan akibatnya terpaksa dicabut. 6. Kelainan bicara Kehilangan gigi depan atas dan bawah sering kali menyebabkan kelainan bicara, karena gigi-khususnya yang depan-termasuk bagian organ fonetik. 7. Memburuknya penampilan Menjadi buruknya penampilan karena kehilangan gigi depan akan mengurangi daya tarik seseorang. 8. Terganggunya kebersihan mulut Migrasi dan rotasi gigi mengakibatkan gigi kehilangan kontak dengan gigi tetangganya. Adanya ruang interproksimal tidak wajar ini, mengakibatkan celam diantara gigi mudah disisipi sisa makanan. Dengan demikian kebersihan mulut jadi terganggu dan mudah terjadi plak. Pada tahap berikut terjadinya karies gigi dapat meningkat. 9. Atrisi Pada kasus tertentu dimana membran periodontal gigi asli masih menerima beban berlebihan, tidak akan mengalami kerusakan, bahkan tetap sehat. Toleransi terhadap beban ini bisa berwujud atrisi pada gigi-gigi tadi, sehingga dalam jangka waktu panjang akan terjadi pengurangan dimensi vertikal wajah pada saat gigi dalam keadaan oklusi sentrik. 10. Efek terhadap jaringan lunak mulut Bila ada gigi yang hilang, ruang yang ditinggalkannya akan ditempati oleh jaringan lunak pipi dan lidah. Jika berlangsung lama, hal ini akan mengakibatkan kesukaran adaptasi terhadap gigi tiruan yang kemudian dibuat, karena terdesaknya kembali jaringan lunak tadi dari daerah yang ditempati protesta. Dalam keadaan seperti ini, pemakaian gigi tiruan akan dirasakan sebagai suatu benda asing yang cukup mengganggu. 2 Untuk mencegah terjadiya hal-hal seperti diatas maka perlu dilakukan pembuatan gigi tiruan bagi pasion yang kehilangan sebagian giginya. Tujuan pembuatan gigi tiruan sebagian (GTS) pada pasien yang kehilangan sebagian giginya adalah, sebagai berikut: 1. Mengembalikan fungsi estetik 2. Mengembalikan fungsi bicara 3. Mengembalikan fungsi pengunyahan 4. Melestarikan jaringan mulut yang masih tertinggal 5. Meningkatkan distribusi beban kunyah 6. Memperbaiki oklusi 3 II. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Applegate (1959), gigi tiruan sebagian adalah salah satu alat yang berfungsi untuk mengembalikan beberapa gigi asli yang hilang dengan dukungan utama jaringan lunak di bawah plat dasar dan dukungan tambahan adalah gigi asli yang masih tertinggal dan terpilih sebagai pilar. Menurut Mc. Craken (1973) GTS adalah suatu restorasi prostetik yang mengganti gigi asli yang hilang dan bagian lain rahang yang tidak bergigi sebagian, mendapat dukungan terutama dari jaringan dibawahnya dan sebagian dari gigi asli yang masih tinggal akan menjadi gigi pegangan. Keuntungan GTS lepasan adalah: 1. Pasien dapat memakai dan melepas sendiri sehingga mudah dan cepat dalam membersihkannya. 2. Mudah di preparasi bila ada kerusakan. 3. Harganya relatif murah jika dibandingkan dengan GTC. A. Indikasi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Indikasi pembatan gigi tiruan sebagian lepasan adalah: 1. Jika pasien mengeluhkan bekurangnya kemampuan mengunyah 2. Keadaan jaringan pendukung gigi tidak terlalu baik 3. Daerah tak bergigi terlalu panjang dimana tidak ada gigi asli yang adekuat untuk dijadikan pilar 4 Pasien mau dibuatkan gigi tiruan sebagian lepasan (Osborne dan Alexander, 1968 Jepson, 2004). B. Klasifikasi Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Tujuan utama pembuatan klasifikasi (penggolongan) untuk rahang yang sebagian giginya telah hilang adalah untuk memungkinkan dokter gigi berkomnikasi sejelas mungkin, tentang keadaan rongga mulut yang akan dibuatkan geligi tiruan. Suiça, ocidental e o bangama akan membantu pengelompokan geligi yang hilang termasuk kombinasinya, serta variasi-variasi yang jumlahnya tak terbatas dan terjadi karena adanya gigi yang dicabut (Gunadi dkk, 1991). Gigi tiruan sebagian lepasan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam berdasarkan pada beberapa hal, yaitu. 4 1. Berdasarkan saat pemasangan. uma. Protesa imediata, dipasang segera setelah gigi hilang dicabut b. Protesa konvensional, dipasang setelah gigi lama hilang dicabut 2. Berdasarkan ada tidaknya sayap bagian bukal. uma. Prótese de rosto fechado: GTS dibuat dengan gusi tiruan di bagian bukal labial b. Prótese do rosto aberto: GTS dibuat tanpa gusi tiruan di bagian bukal labial Gigi tiruan face aberta diindikasikan pada Bagian anterior bila tulang alveolar belum resorbsi sehingga gigi artifisial dapat dipasang seolah-olah keluar dari gusi (tampak estetik seperti gigi asli). Gigi tiruan close face diindikasikan pada bagian anterior bila tulang alveolar telah resorpsi karena sayap dapat meningkatkan estetika dengan memberi dukungan bagi bibir. 3. Berdasarkan bahan yang digunakan. uma. Gigi tiruan kerangka logam (Frame prothesa metal prothesa) b. Gigi tiruan akrilik c. Kombinasi kerangka logam dan akrilik 4. Berdasarkan jaringan pendukungnya: a. Gigi tiruan dukungan mukosa (suporte de mucosa), yaitu gigi tiruan yang hanya mendapat dukungan dari jaringan mukosa b. Gigi tiruan dukungan gigi (dente suportado), yaitu gigi tiruan yang hanya mendapat dukungan dari gigi asli c. Gigi tiruan dukungan mukosa dan gigi (mucosa e dente apoiado), yaitu gigi tiruan yang memdapat dukungan dari mukosa dan gigi asli 5. Kennedy mengklasifikasikan berdasarkan letak sadel dan free end. uma. Klas I, daerah tak bergigi terletak di bagian posterior dari gigi yang masih ada dan berada pada kedua sisi rahang (final bilateralmente livre) b. Klas II, daerah tak bergigi terletak di bagian posterior dari gigi yang masih ada tetapi berada hanya pada salah satu sisi rahang saja (Unilateral free end) c. Klas III, daerah tak bergigi terletak diantara gigi-gigi yang masih ada bagian anterior malpun posterior danilateral tetapi tidak melewati linha mediana (delineado sadel) d. Klas IV, daerah tak bergigi terletak pada bagian anterior dari gigi-gigi yang masih ada dan melewati mediana linha 5 Bila ada daerah tak bergigi tambahan maka daerah tersebut porno Kennedy disebut sebagai modifikasi, kecuali kelas IV tidak ada modifikasi. 6. Klasifikasi menurut Applegate Kennedy. uma. Kelas I: Daerah tanpa gigi yang terletak di bagian posterior dari gigi yang tertinggal pada kedua sisi rahang (final livre bilateral). B. Kelas II: Daerah tanpa gigi yang terletak di bagian posterior dari gigi yang tertinggal tetapi hanya pada satu sisi rahang (fim livre unilateral). C. Kelas III: Daerah yang tidak bergigi terletak de antara gigi yang masih ada yang kedua gigi tetangga tidak mampu memberi dukungan pada gigi tiruan. D. Kelas IV: Daerah yang tidak bergigi terletak di bagian anterior dan melewati garis mediana. E. Kelas V: Daerah tak bergigi paradental dimana gigi asli anterior tidak dapat dipakai sebagai gigi penahan. F. Kelas VI: Daerah tak bergigi paradental dengan kedua gigi tetangga asli dapat dipakai sebagai penahan (Osborne dan Alexander, 1968). 7. Miller mengklasifikasikan berdasarkan letak klamer. uma. Kelas I, yaitu ada dua klamer yang lurus berhadapan dan tegak lua mediana linha. B. Kelas II, yaitu ada dua klamer yang letaknya membentuk diagonal c. Kelas III, yaitu ada tiga klamer yang membentuk segitiga di tengah prothesa bila dihubungkan dengan garis. D. Kelas IV, yaitu ada empat klamer yang membentuk segi empat di tengah prothesa bila dihubungkan dengan garis (Soelarko R. M. dan Wachijaati H. 1980). C. Bagian-bagian Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Resina Akrilik Gigi tiruan sebagian lepasan akrilik adalah suatu gigi tiruan sebagian lepasan yang terdiri aarril akrilik serta elemen gigi tiruan. Bagian-bagian dari gigi tiruan sebagian lepasan akrilik adalah. 1. Retainer penahan Retainer merupakan bagian gigi tiruan sebagian lepasan yang berfungsi membro retensi sehingga menahan protesa tetap pada tempatnya. Retainer dibagi menjadi 2 kelompok: 6 y Retainer langsung (retentor direto), yaitu bagian dari gigi tiruan yang berkontak langsung dengan dengan permukaan gigi abutment, dan dapat berupa cengkeram atau kaitan presisi. Y Retainer tidak langsung (retentor indireto), yaitu bagian dari gigi tiruan yang memberikan retensi untuk melawan gaya yang cenderung melepas protesto ke arah oklusal dan bekerja pada base. Retensi tak langsung ini diperoleh dengan cara memberikan retensi pada sisi berlawanan dari garis fulkrum dimana gaya tadi bekerja. Retensi tidak langsung dapat berupa lengan pengimbang, sandaran rest. 2. Basis Plat Akrilik Merupakan pendukung atau landasan gigi tiruan sebagian lepasan yang terbuat dari resin akrilik. Fungsinya. uma. Mendukung gigi (elemen) tiruan b. Meneruskan tekanan oklusal ke jaringan di bawahnya c. Símbolo do Bensanya Terbuat Dari Bahan Metal, resina, atau kombinasi metal-resin. 3. Gigi Pengganti Dentes artificiais Merupakan bagian dari gigi tiruan yang menggantikan gigi asli yang hilang. D. Desain Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Resina Akrilik Rencana pembuatan desain merupakan salah satu tahap penting dan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan atau kegagalan sebuah gigi tiruan. Dalam pembuatan desain gigi tiruan dikenal empat tahap yaitu: 1. Tahap pertama. Menentukan kelas dari masing-masing daerah tak bergigi (sadel). 2. Tahap kedua. Menentukan macam dukungan dari setiap sadel. Dukungan bagi gigi tiruan sebagian lepasan merupakan semua dukungan yang diterima dari jaringan mulut untuk melawan atau menahan atau menyangga gaya oklusal yang diterima protesta. Bentuk daerah tak bergigi ada dua macam, yaitu sadel tertutup (paradético) e danera berujung bebas (fim livre). Ada tiga pilihan untuk dukungan sadel paradental, yaitu dukungan dari gigi, dari mukosa, atau dari gigi dan mukosa (kombinasi). Untuk sadel berujung bebas, dukungan bisa berasal dari mukosa, atau gigi dan mukosa (kombinasi). 7 Dukungan terbaik untuk protesto sebagian lepasan dapat diperoleh dengan memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti keadaan jaringan pendukung, panjang sadel, jumlah sadel, dan keadaan rahang yang akan dipasangi gigi tiruan (Gunadi dkk, 1995). Pilar Syarat syarat pemilihan gigi yang digunakan sebagai pegangan klamer: a. Gigi pilar harus cukup kuat. Você sabe o que você precisa? Akarnya panjang Masuk kedalam prosesus alveolaris dalam dan tidak longgar Makin banyak akar makin kuat Gigi pilar tidak boleh goyang Tidak ada kelainan jaringan periodontal pada gigi penyangga. B. Bentuk mahkota sedapat mungkin sesuai dengan macam klamer yang digunakan. C. Kedudukan gigi tersebut hendaknya tegak lurus dengan prosesus alveolaris, gigi yang letaknya rotasi atau berputar tidak baik untuk pilar. D. Gigi tersebut masih vital atau tidak mengalami perawatan. E. Bila memerlukan dua klamer atau lebih maka hendaknya dipilihkan gigi yang letaknya sejajar. 3. Tahap ketiga. Menentukan jenis penahan (retentor) Ada dua macam retentor untuk gigi tiruan, yaitu retentor direto do retentor indireto. Untuk menentukan jenis retentor yang akan dipilih, maka perlu diperhatikan faktor dari dukungan sadel, stabilisasi gigi tiruan, dan estetika (Gunadi dkk, 1995). 4. Tahap keempat. Menentukan jenis konektor Konektor pada tiap rahang terbagi menjadi: y Konektor utama (conector principal) Merupakan bagian gigi tiruan sebagian lepasan yang menghubungkan bagian protesa yang terletak pada salah satu sisi rahang dengan yang ada pada sisi lainnya. Untuk protesa resin, konektor yang dipakai biasanya berbentuk pelat. 8 y Konektor menor atau tambahan (conector menor) Merupakan bagian gigi tiruan sebagian lepasan yang mengubungkan konektor utama dengan bagian lain, misalnya suatu penahan langsung atau sandaran oklusal dihubungkan dengan konektor utama melalui suatu konektor menor. (Gunadi dkk, 1995) Dalam menentukan desain dari gigi tiruan sepasian lepasan, perlu diperhatikan beberapa faktor, yaitu. 1. Retensi Adalah kemampuan gigi tiruan untuk melawan gaya pemindah yang cenderung memindah protesto ke arah oklusal. Yang dapat memberikan retensi adalah. Lengan retentivo, klamer, descanso oclusal, kontur dan landasan gigi, oklusi, adhesi, tekanan atmosfer, dan tensão superficial. 2. Stabilisasi Adalah kemampuan gigi tiruan untuk melawan gaya pemindah alam arah horisontal. Dalam hal ini semua bagian cengkeram berfungsi kecuali terminal bagiano ujung lengan retentivo. Stabilisasi terlihat bila dalam keadaan berfungsi. Gigi yang mempunyai stabilisasi pasti mempunyai retensi, sedangkan gigi yang mempunyai retensi belum tentu mempunyai stabilisasi. 3. Estetika a. Penempatan klamer harus sedemikian rupa sehingga tidak terlihat posisi bagaimanapun juga b. Gigi tiruan harus pantas dan tampak asli bagi pasien, meliputi warna gigi dan inklinasi posisi tiap gigi c. Kontur gingiva harus sesuai dengan keadaan pasien d. Perlekatan gigi di atas ridge (Gunadi dkk, 1995). Dalam 9 III. LAPORAN KASUS A. Identifikasi Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Bangsa Alamat No. Kartu. Danang Ari Nugraha. 21 tahun. Laki-laki. Pelajar Mahasiswa. Indonésia. Banaran VI RT 29 06, Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta. 103084 B. Anamnesa 1. Pemeriksaan Subyektif Motivasi. Pasien datang ke klinik atas keinginan sendiri untuk membuatkan gigi tiruan. CC. Pasien merasa tidak nyaman saat mengunyah karena gigi-gigi belakangnya telah dicabut. PI PDH. Tidak ada keluhan sakit. Belum pernah memakai gigi tiruan. Pernah mencabutkan gigi belakang kiri dan kanan bawah 1 bulan yang lalu, tanpa komplikasi. PMH. Sehat, tidak dicurigai menderita penyakit sistemik dan tidak alergi terhadap obat. FH. Ayah: tidak ada riwayat alergi dan tidak dicurigai menderita penyakit sistemik Ibu: tidak ada riwayat alergi dan tidak dicurigai menderita penyakit sistemik 2. Pemeriksaan Obyektif a. Umum. Jasmani. Sehat, t. a.k. Rohani. Kooperatif dan komunikatif 10 b. Lokal. EO. Bentuk muka. Lancip, simetris, t. a.k. Profil muka Pipi Bibir Lnn IO. Mukosa Gingiva Lidah Palatum. Cembung. Simetris, t. a.k. Sedang t. a.k. Tabaquinho. Normal, t. a.k. Normal, t. a.k. Normal, t. a.k. Normal, t. a.k Keadaan gigi geligi. Y você e Jumlah. 28 Warna. Putih kekuningan Bentuk. Higiene bucal normal. Baik c. Formula gigi geligi 8 7 6 5 4 3 2 1 8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 Keterangan. X. telah dicabut. Gigi setengah erupsi C. Klasifikasi. Klasifikasi Kennedy. RA. RB. Kennedy Klas III modifikasi 1 11 IV. PROSEDUR KERJA DAN TAHAPAN PERAWATAN A. Persiapan di Dalam Mulut Boca Preparação Merupakan persiapan-persiapan di dalam mulut sebelum dibuatkan gigi tiruan sebagian, meliputi. 1. Tratamento cirúrgico de Perawatan bedah, misalnya pencabutan gigi yang tidak mungkin dipertahankan 2. Tratamento periodontal periodontal de Perawatan, misalnya pemeriksaan gigi, gusi, dan tulang pendukungnya 3. Tratamento Perawatan konservasi konservatif, misalnya restorasi gigi yang karies. Hal ini dilakukan untuk mengurangi hambatan, mencari bidang dançando, membuat sandaran oklusal dan bila perlu menciptakan daerah-daerah untuk retensi mekanis. B. Perawatan 1. Kunjungan I Membuat modelo de estudo RA dan RB Sendok cetak Bahan cetak Cara mencetak. Bandeja perfurada no.1. Alginat. Mukostatik Studi modelo ini dipergunakan untuk mempelajari. E você e o pilar de Letak gigi Letak klamer Jumlah gigi yang hilang Protótipo de base peruleana Cara Pencetakan. Sebelum mencetak, sendok cetak dicobakan ke dalam rongga mulut pasien. 12 Pencetakan Rahang Atas. uma. Pasien duduk dengan posisi sedemikian rupa sehingga kepala dan punggung terletak pada satu garis lurus, dataran oklusal sejajar lantai. Mulut pasien setinggi siku operator. B. Operador berdiri di belakang samping kanan pasien. C. Sendok cetak rahang atas yang berisis adonan alginat dimasukkan kemulut pasien dengan menempelkan bagian posterior lebih dahulu lalu sedikit demi sedikit ke arah amterior sampai seluruh gigi terbenam alginat. Selanjutnya pasien diinstruksikan mengucapkan U lalu dilakukan músculo triming di bagian bukal dan labial. D. Setelah alginat setting, sendok cetak dilepas. Pencetakan Rahang Bawah. uma. Sama seperti pada rahang atas, tetapi posisi operator di sebelah kanan depan. B. Lidah diangkat keatas. Setelah selesai pencetakan, hasil cetakan diisi gips de pedra lalu diboxing. Membuat desain gigi tiruan sebagian lepasan Tahap-Tahap Pembuatan Desain. TAHAP I Menentukan kelas dari masing-masing daerah tak bergigi (sadel). RA. RB. Kennedy Klas III modikasi 1 TAHAP II Menentukan macam dukungan dari setiap sadel RA. RB. Dukungan gigi. Gigi yang digunakan sebagai dukungan adalah gigi 5 5 13 TAHAP III Menentukan jenis penahan a. Penahan langsung (retentor direto) RB. Gigi 5 diberi cengkeram C dengan pundak di bagian distal Gigi 5 diberi cengkeram C dengan pundak di bagian distal b. Penahan tak langsung (retentor indireto). Berupa plat akrilik setinggi singulum pada gigi anterior. TAHAP IV Konektor utama adalah plat akrilik lingual untuk RB Gambar desain RB: Keterangan. 1. Plat dasar akrilik 2. Cengkeram C (0,7 mm) 3. Flange bucal 4. Anasir gigi 2. Kunjungan II Tahap Klinis a) Modelo de trabalho Membuat Alat Bahan cetak Cara mencetak. Sendok cetak bandeja perfurada no 1. alginat. Mukostatik b) Membuat gigitan sentrik Fungsinya adalah untuk mendapatkan hubungan yang tepat antara gigi geligi RA dan RB sesuai sentrik oklusi. Dua lapis malam merah dibuat tapal kuda, ukuran disesuaikan dengan lengkung gigi pasien. Malam dilunakkan dan pasien disuruh menggigit malam tersebut. Setelah didapatkan gigitan sentrik, modelo kerja dipasang pada artikulator 14 Tahap laboratoris c) Memasang modelo kerja pada articulator d) Pembuatan klamer e) Pemasangan gigi pengganti dan modelo malam dibentuk sesuai kontur alami processus alveolaris dan tepi gingiva. F) Flasking g) Ebulição de eliminação de cera h) Embalagem i) Processamento j) Deslizamento k) Acabamento e polimento 3. Kunjungan III Dilakukan insersi yaitu pemasangan GTS lepasan dalam mulut pasien, yang perlu diperhatikan antara lain: retensi, stabilisasi, oklusi, keluar Masuknya protesa sejajar como gigi atau dengan arah vertikal, dan kenyamanan pasien. E Pemasangan dan pengeluaran gigi tiruan Hambatan pada permukaan gigi atau jaringan yang dijumpai pada saat pemasangan dan pengeluaran gigi tiruan dapat dihilangkan dengan cara pengasahan gigi tiruan (hanya pada bagian yang perlu saja) e Retensi Yaitu kemampuan GTS untuk melawan gaya pemindah yang cenderung memindahkan gigi tiruan Kearah oklusal. Y Stabilisasi Yaitu perlawanan atau ketahanan GTS terhadap gaya yang menyebabkan perpindahan tempat atau gaya horizontal. Stabilisasi terlihat dalam keadaan berfungsi, misal pada mastikasi. Pemeriksaan stabilisasi gigi tiruan dengan cara menekan bagian depan dan belakang gigi tiruan secara bergantian. Gigi tiruan tidak boleh menunjukkan pergerakan pada saat tes ini. Y Oklusi Pemeriksaan aspek oklusi pada saat posisi sentrik, lateral e anteroposterior. Caranya dengan memakai kertas artikulasi yang diletakkan di antara gigi atas dan 15 bawah, kemudian pasien diminuta melakukan gerakan membuka dan menutup. Setelah itu kertas artikulasi diangkat dan dilakukan pemeriksaan Oklusal gigi. Pada keadaan normal terlihat warna yang tersebar secara merata pada permukaan gigi. Bila terlihat warna yang tidak merata pada oklusal gigi maka dilakukan pengurangan pada gigi yang bersangkutan dengan metode seleção seletiva. Pengecekan oklusi ini dilakukan sampai tidak terjadi traumatik oklusi. Instruksi yang harus disampaikan kepada pasial setelah gigi tiruan dipakai adalah: 1) Mengenai cara pemakaian gigi tiruan tersebut Pasien diminta untuk selalu memakai gigi tiruan tersebut, dan hanya dilepas saat akan tidur dan saat akan dibersihkan. Tujuannya adalah agar pasien terbiasa dengan gigi tiruannya. 2) Memberitahukan pasien tentang efek yang timbul pada saat pemakaian pertama gigi tiruan Pada pemakaian pertama kali, pasien biasanya akan merasakan sakit dan mengalami hipersalivasi sebagai reaksi penolakan tubuh terhadap benda asing. Pasien dijelaskan mengenai keadaan tersebut merupakan hal yang normal dan keadaan tersebut akan hilang sendirinya setelah 1 minggu pemakaian. Pasien juga disanankan untuk mengkonsumsi makanan-makanan lunak selama 1 minggu pertama. 3) Kebersihan gigi tiruan dan rongga mulut harus dijaga. Pasien diberikan penjelasan mengenai cara membersihkan gigi tiruan. Cara membersihkannya adalah dengan menyikatnya menggunakan sikat gigi dengan pasta gigi atau sabun di bawah genangan air. Fungsi genangan air adalah untuk menghalangi jatuhnya gigi tiruan ke permukaan yang kasar yang bisa menyebabkan kerusakan gigi tiruan. 4) Memberitahukan cara memelihara gigi tiruannya Pasien diberitahukan untuk tidak sembarangan meletakkan gigi tiruannya. Pada saat malam hari atau pata saat gigi tiruan tidak digunakan, gigi tiruan sebaiknya direndam dalam ar bersih agar gigi tiruan tersebut tidak berubah ukurannya (tidak mengkerut). 5) Kontrol seminggu berikutnya setelah insersi yang pertama kali. 16 4. Kunjungan IV Kontrol dilakukan untuk memperbaiki kesalahan yang mungkin terjadi a) Pemeriksaan subyektif Apakah ada keluhan rasa sakit atau rasa mengganjal saat pemakaian gigi tiruan Apakah gigi tiruannya berfungsi dengan baik pada saat makan Apakah gigi tiruannya menimbulkan gangguan pada saat berbicara b) Pemeriksaan obyektif Melihat keadaan mulut dan jaringan mulut, melihat keadaan GTS lepasan baik pada base placa maupun pada mukosa di bawahnya, posisi cengkeramannya, keadaan gigi abutment dan jaringan pendukungnya, oklusi, stabilisasi, e danensens gigi tiruan. 17 V. DISKUSI Pada kasus ini pasian kehilangan gigi 7 6 6 7. Pembuatan GTS ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi pengunyahan. Gigi tiruan sebagian yang akan dibujo adalah gigi tiruan sebagian lepasan akrilik RB dengan dukungan gigi. Tahap-tahap yang perlu diperhatikan dalam membuat desain gigi tiruan sebagian lepasan adalah. 1. Menentukan kelas dari masing-masing daerah tak bergigi Berdasarkan gigi yang hilang pada RB, maka kasus ini termasuk dalam klasifikasi Kennedy klas III modifikasi 1. Gigi yang diganti adalah 7 6 6 7. Indikasi protesta adalah GTS lepasan, desain bilateral dengan dukungan gigi . 2. Menentukan macam dukungan dari setiap sadel RB. Dukungan gigi dan mukosa (dukungan kombinasi). Gigi yang digunakan sebagai dukungan adalah gigi 5 5 Gigi yang dipilih sebagai pilar memiliki jaringan pendukung gigi sehat, bentuk dan ukurannya normal, serta posisinya dalam lengkung normal (tidak malposisi). 3. Menentukan macam penahan RB: retentor direto berupa cengkram C pada gigi 5 5. retentor indireto berupa plat akrilik setinggi singulo pada gigi anterior dan setinggi setinggi lingkar terbesar pada gigi posterior. Klamer C dipilih karena bentuknya sederhana dan mudah dibuat, memberikan retensi dan stabilisasi yang cukup. 4. Menentukan macam konektor Konektor berupa plat akrilik yang melekat pada mukosa mulut dan berfungsi untuk memindahkan tekanan oklusal ke jaringan di bawahnya. 5. Gigi pengganti Anasir gigi dibuat dari resin akrilik dengan warna, bentuk, dan ukuran yang sesuai dengan gigi asli yang masih tinggal dan ruang yang tersedia. Pada pemasangan gigi tiruan harus dihindari adanya traumatik oklusi. 18 VI. PROGNOSIS Diperkirakan hasil perawatan adalah baik, karena. 1. Kesehatan umum pasien baik. 2. Jaringan pendukung baik. 3. Pasien kooperatif dan menyadari arti pentingnya pemakaian gigi tiruan tersebut. VII. KESIMPULAN Pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan untuk pasien yang kehilangan giginya adalah tindakan rehabilitatif yang dapat mengembalikan fungsi mastikasi, fungsi bicara dan fungsi estetik sehingga dapat mempertahankan jaringan mulut. Keberhasilan perawatan gigi tiruan sebagian lepasan sangat ditentukan oleh kerjasama yang baik antara pasien dan operator. DAFTAR PUSTAKA Gunadi, H. A. 1982, Buku Ajar Ilmu Geligi Tiruan Sebagian Lepasan. jilid 1, Hipocrates, Jakarta Jepson, N. J.A. 2004, Removable Partial Denture, Quintessence Publishing Co. Ltd. Londres. Osborne, J Lammie. G. E.1968. Partial Dentures. Blackwell Scientiefic Publications Oxford Edinburgh Soelarko, R. M. dan Wachijati, H. 1980, Diktat Prostodonsia Gigi Tiruan Sebagian Lepasan, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Bandung 19
No comments:
Post a Comment